MASKING / UNMASKING : THE JOURNEY IN BETWEEN

Seniman Myanmar, Kamizu, menampilkan instalasi bertajuk “Masking/Unmasking Death” untuk pertama kalinya di Tokyo pada tahun 2022, melalui kolaborasi dengan seniman TERASIA yang berbasis di Jepang dan kurator Haruka Iharada.
Sejak kudeta militer pada Februari 2021, Kamizu menciptakan topeng-topeng yang menggambarkan wajah warga yang tewas, sambil menyembunyikan identitasnya demi keselamatan. Di Myanmar saat ini, topeng dapat dianggap sebagai simbol kehidupan, menjaga anonimitas orang-orang sekaligus melindungi mereka dari virus.
Setelah “Masking/Unmasking Life” yang dipresentasikan di Kyoto pada tahun 2024, proyek Kamizu diperkenalkan untuk pertama kalinya kepada penonton di Indonesia.

Catatan Konsep
Pameran Masking/Unmasking Death bukan sekadar ajang seni, melainkan penghormatan mendalam kepada para pahlawan Myanmar yang rela mengorbankan nyawa demi memperjuangkan kebebasan dan keadilan. Pameran ini mengundang pengunjung untuk merenungkan pemahaman pribadi mereka tentang kematian, sekaligus menggugah kesadaran akan pentingnya cara menjalani kehidupan. Kelahiran dan kematian adalah takdir yang tak terelakkan bagi setiap makhluk hidup.
Meski kita tidak dapat memilih kapan atau bagaimana kita lahir dan mati, tapi kita memiliki kendali atas jejak yang akan ditinggalkan.

Kematian seringkali ditakuti karena ketidakpastian tentang apa yang terjadi setelahnya. Dalam tradisi Buddha di Myanmar, terdapat keyakinan yang kuat akan siklus reinkarnasi, di mana koin diletakkan di mulut jenazah sebagai simbol bekal untuk perjalanan menuju kehidupan berikutnya. Melalui pameran ini, sang seniman mengajak pengunjung untuk memusatkan perhatian pada makna kehidupan, perjalanan setelah kematian, serta doa-doa yang mengiringinya.
Pameran ini mengundang setiap pengunjung untuk membayangkan kehidupan tanpa topeng sembari merenungkan perjalanan yang menghubungkan hidup dengan kematian.

Pameran Masking/Unmasking Death ini lebih dari sekadar seni, menawarkan sebuah ruang di mana manusia dapat saling terhubung, merenung, dan bertukar pandangan mengenai kehidupan dan kematian. Pameran ini menjadi pengingat yang mendalam tentang pengorbanan luar biasa yang dilakukan oleh para pahlawan Myanmar, serta membuka ruang bagi kita untuk merenungkan makna hidup dan jejak yang akan kita tinggalkan. Saat kita mempersiapkan pameran berikutnya, mari kita memulai sebuah perjalanan yang menggali hubungan mendalam antara kehidupan dan kematian, yang akan membawa kita pada pemahaman yang lebih mendalam tentang eksistensi kita.

Eksibisi

Kurator : Haruka Iharada
Pembawa Acara : Kamizu

[Ikhtisar kinerja]
Waktu dan Tanggal : 16-19 January 2025 / 10.00 - 18.00
Lokasi : Cianjur Creative Center

Artis

Kamizu

Kamizu adalah seorang seniman dan terapis seni yang telah meniti karier di bidang seni visual selama lebih dari dua dekade. Terlibat secara aktif dalam berbagai proyek dan lokakarya seni di dalam dan luar negeri, ia meyakini bahwa seni dapat membawa kedamaian dan kepuasan bagi siapa pun. Filosofinya adalah bahwa setiap manusia adalah seniman dari sudut pandang yang berbeda; hanya saja beberapa tidak menyadarinya. Ia berharap seni dapat menjadi platform untuk berinteraksi dengan sesama dan menghubungkan mereka dengan diri mereka sendiri, satu sama lain, dan dengan alam, sebagai bagian dari perjalanan emosional. Karya-karyanya berbasis penelitian dan lebih dari sekadar melukis dan menggambar. Kamizu telah mengadakan empat pameran tunggal di Myanmar, Jepang, dan Malaysia. Ia juga telah berpartisipasi dalam berbagai festival seni internasional, pameran seni, dan residensi seniman. Karyanya telah ditampilkan di lebih dari 20 pameran kelompok di berbagai tempat di Myanmar, Austria, Jepang, Hong Kong, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ia merupakan salah satu pendiri Expressive Therapy Space, di mana ia memfasilitasi dan menyelenggarakan berbagai lokakarya dan program seni serta penyembuhan.