Round Table 1:
Pertunjukan Site-specific dan Kolaborasi Jarak Jauh
Bisakah kerja seniman transnasional menciptakan karya seni tanpa harus melintasi batas negara? Sejak TERASIA memulai pertanyaan ini, anggota kolektif di seluruh Asia telah berkomunikasi secara online melalui pesan teks dan pertemuan video, untuk melihat dan bertukar pemikiran tentang karya satu sama lain, dan berdiskusi serta mengembangkan ide untuk karya baru. Acara dan presentasi online juga mengundang artis-artis baru ke dalam kolektif tersebut, yang hanya berkembang melalui komunikasi dan kolaborasi jarak jauh hingga September 2022.
Di sisi lain, sebenarnya kreasi dan presentasi karya TERA dilakukan terutama di kota atau lokalitas senimannya, untuk khalayak lokal, dalam konteks sosialnya. Baik itu kuil di Tokyo atau Chiang Mai, karya-karya tersebut memiliki elemen “site specific” yang kuat, yang pada akhirnya dibagikan secara online dengan subtitle untuk ditonton oleh anggota kolektif dan penonton di belahan dunia lain. Dengan setiap pertunjukan yang menghadirkan pertemuan baru, proyek ini terus bertransformasi seiring para seniman di berbagai lokasi menciptakan karya baru secara bebas berdasarkan konsep umum. Kami menyebut proses ini “reinkarnasi,” dalam tradisi Buddhis. Sama seperti jiwa manusia yang berulang kali mati dan terlahir kembali, setiap karya dihancurkan dan diciptakan kembali untuk muncul di tempat yang berbeda, dalam bentuk yang sama sekali berbeda.
Dalam kerangka yang lebih luas, dua wacana diskusi diatas barangkali tidak memiliki hubungan secara langsung. Tetapi dalam forum diskusi ini kami ingin berbagi serta bertukar gagasan dan pengalaman tersebut dalam dua sesi di satu diskusi yang saling terhubung:
Sesi satu: Site-specific PracticesSebagai satu pendekatan pertunjukan yang tidak bisa terisolasi melalui sistem disiplin pertunjukan atas ruang, praktik ini memiliki kompleksitas yang luas dan menarik untuk diselami. Kami percaya, setiap seniman yang bekerja dalam mode ini, niscaya memiliki paradigma serta pandangan yang spesifik dalam meletakan dan menjawab soal-soal mengenai hubungan pertunjukan dan ruang: estetika, politik, produksi sosial, waktu dan unsur materialitas. Bagaimana seniman dalam praktik tersebut bekerja menafsir koeksistensi yang kompleks, superimposisi dan interpenetrasi sejumlah narasi dan arsitektur, baik historis maupun kontemporer dalam membangun konsep karyanya?
Sesi dua: Remote CollaborationMeskipun covid-19 telah menegaskan posisi pertanyaan mengenai apa itu jarak dan pertemuan melalui perangkat komunikasi digital, percakapan perluasan makna “kehadiran” dalam kerja kolaborasi jarak jauh masih sangat penting untuk diselidiki. Terutama dalam kerja seni kolaborasi internasional. Apa yang bisa ditemukan dari kerja pertukaran budaya jarak jauh semacam ini? Bagaimana melebur dan melampaui batas tanpa melewati perbatasan?
Speakers:
Maho Watanabe (Dramaturg, TERASIA Collective, Japan)
Narumol Thammapruksa (Director, TERASIA Collective, Thailand)
Irwan Ahmet (Desainer, Seniman Visual & Performans)
Moderator:
Yustiansyah Lesmana (TERASIA Collective, Indonesia)
[Ikhtisar]
- Jakarta
Venue: Komunitas Utan Kayu - Teater
Waktu dan Tanggal: 14:00-16:00, 13 Januari 2024
Bahasa: Indonesia dan Inggris
Maho Watanabe
Narumol Thammapruksa (Kop)
Irwan Ahmett
Yustiansyah Lesmana