MARKINGS OF THE CARTWHEEL

Dikalangan masyarakat Myanmar, orang-orang percaya pada konsep apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai. Dalam sebuah kisah, terdapat dua jasad yang dibungkus dengan tikar. Ketika suara lonceng perunggu bergema, kedua jasad itu berusaha keluar dari tempat mereka. Mereka saling bertemu, bertegur sapa, dan menyadari posisi mereka saat ini. Mereka saling bertanya dan memberikan jawaban yang mencerminkan perbuatan mereka di kehidupan sebelumnya. Namun, mereka tidak benar-benar tahu status seperti apa yang akan mereka dapatkan di kehidupan mereka sekarang. Sementara itu, para penonton mencoba menebak kehidupan seperti apa yang pantas mereka jalani. Siapa yang tahu jawaban yang benar. Tidak ada seorang pun yang dapat menghapus jejak langkahnya dalam siklus kehidupan.

Pertunjukan

MARKINGS OF THE CARTWHEEL

Produser : Zun Ei Phyu
Sutradara : Thila Min
Pemeran : Soe Moe Thu, Rifka ( for Rifka full name, please check with Tian )

Bahasa : Myanmar dan Indonesia

[Ikhtisar kinerja]
Waktu dan Tanggal : 17 & 18 Januari 2025 / 19.30-20.30
Lokasi : Cianjur Creative Center (2F)

Artis

Zun Ei Phyu

Zun Ei adalah seorang dokter sekaligus seniman multidisiplin. Ketertarikan utamanya berpusat pada karya seni partisipatif publik dan proyek seni berbasis komunitas. Tema utama dari karyanya mencakup isu-isu sosial dan ekologi yang berkaitan dengan anak-anak serta lansia. Di tengah berbagai krisis di negaranya dan dunia, karya-karyanya terlibat dalam upaya perdamaian, keadilan, dan pemulihan psikososial menuju ketahanan. Karya seninya tidak hanya dikoleksi secara lokal tetapi juga di tingkat internasional.
Dia telah terlibat dalam berbagai proyek seni internasional dan bekerja dengan komunitas yang beragam di seluruh Asia Tenggara dan beberapa negara Eropa. Saat ini, ia adalah seorang fellow di Mekong Cultural Hub.

Thila Min

Thila Min, pendiri sekaligus direktur artistik Thukhuma Khayeethee Theatre (TKT), membentuk kelompok teater yang terdiri dari anak muda yang tertarik pada seni teater dan bekerja sama dengan seniman lokal serta internasional. Ia telah berpartisipasi dalam banyak festival internasional sebagai Sutradara dan Penampil, seperti Theatre and Performance Art Meeting (Jepang, 2017), Asian Performance Art Forum (Jepang, 2016), Bangkok Theater Festival (2011), dan Stockholm Arts Festival (2010). Ia juga berpartisipasi dalam Cultural Visitor Program yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada tahun 2009. Pada tahun 2012, ia menerima penghargaan Fellowship dari Asian Cultural Council (New York). Bersama kelompok teaternya, ia menulis, menyutradarai, dan membawakan drama partisipatif yang berkeliling ke berbagai daerah di Myanmar untuk mengeksplorasi kondisi masyarakat saat ini.

Soe Moe Thu

Seorang pemain dan Pelatih Teater di Thukhuma Khayeethe Theater (TKT). Ia telah berpartisipasi di banyak festival internasional sebagai pemain dan pelatih, seperti di STockholm Arts Festival (2011) dan Bangkok Theater Festival (2011). Ia juga tergabung dalam program Under, After, and in Between (Indonesia) yang dilaksanakan oleh Empty Space Theater (Thailand). Dia bekerja di projek Theatre for Civic Engagement yang berlokasi di Bond Street Theater of New York, juga tergabung dalam Theatre and Performing Arts Meeting (TPAM) di Yokohama, Jepang. Ia memiliki banyak pengalaman dalam mendirikan komunitas teater di Myanmar. Ia menulis dan melakukan pertunjukkan yang dimainkan bersama komunitas teaternya.

Rifka Audria

Rifka Audria adalah seorang aktor, sutradara realisme, dan peneliti teater yang telah memiliki pengalaman dalam dunia teater sejak tahun 2011. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Rifka terlibat dalam berbagai aspek seni pertunjukan dan juga aktif menterjemahkan naskah klasik,serta terlibat dalam beberapa festival seperti Djakarta International Theater Platform, Festival Komunitas Seni Media untuk pertunjukan Indonesian Dreams, Performing Arts Incubation Trajectory.
Pada tahun 2016, Rifka mulai fokus pada bidang penelitian teater tentang sejarah dan historiografi, dengan ketertarikan untuk menggali kemungkinan-kemungkinan pengetahuan baru dalam dunia teater. Baik dalam aspek teori maupun praktik, Rifka berupaya memberikan kontribusi baru melalui kajian-kajian yang memperkaya pemahaman tentang seni pertunjukan, serta menjembatani teori-teori lama dengan praktik teater kontemporer.
Rifka memiliki visi untuk mengembangkan teater tidak hanya sebagai seni hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk eksplorasi intelektual, sosial, dan budaya. Komitmennya terhadap penelitian teater juga mencerminkan tekadnya untuk mendorong terciptanya pengetahuan yang lebih dalam tentang dinamika seni pertunjukan dalam masyarakat modern.